Tag Archives: suku anak dalam

Road to Jambi

Jakarta 13 Maret 2014. kesibukan lagi lagi memaksa penulis blog sederhana ini untuk vakum dari ranah blogsphere. padahal liputan, undangan, dll banyak saya terima namun tak satupun yang dapat digores dalam blog ini. West Sumatra tour 2013 akan tetap dilanjut ceritanya agar segala pengalaman dan foto yang telah saya buat menjadi dapat dilihat dan dibaca tersimpan dengan rapih didalam http://www.rialhamzah.net ini.

Pagi ini kami akan melanjutkan perjalanan menuju jambi. karena jarak palembang dan Jambi tak terlalu jauh, maka kami putuskan untuk berangkat lebih siang sekitar pukul 10 siang. dan sebelum itu kami menuju bengkel Bajaj Palembang karena Mbon ingin mengecek motornya yang dirasa kurang enak. Setelah Mandi maka kami ditemani PRIDES Wong Kito Galo alias Prides Palembang menuju bengkel tersebut.

Bajaj Palembang

Sembari menunggu Mbon yang motornya di sevice, sayapun sekalian membeli cairan anti bocor, mengingat KLE 250 saya belum memakai cairan anti bocor ini, agar tak merepotkan jika tertancap paku.

Jam demi jam berlalu target berangkat jam 10 harus sirna ketika ternyata motor Mbon tak kunjung beres. akhirnya sekitar pukul 1 siang kami mulai meninggalkan kota palembang menuju Jambi melewati banyuasin. hari sudah siang dan jalan yang bergelombang tak menyurutkan niat kami untuk mencapai Jambi.

Banyuasin.

jalanan lintas timur Trans Palembang – Jambi sangat banyak blind spot dikarenakan jalan yang bergelombang naik turun maka sangat tak disarankan untuk menyalip di jalan yang model demikian. tak banyak yang dapat dilihat di etape hari ini kecuali pohon sawit di kanan kiri jalan serta rumah rumah panggung khas daerah setempat.

pulsar 250 road to jambi   PRIDES road to jambi

Perlahan namun pasti matahari mulai terbenam di barat, hari mulai menjadi gelap namun kami masih sekitar 2 jam lagi dari jambi. hingga kurang lebih jam setengah 8 malam kami memasuki kota jambi dan langsung menuju landmark kota ini yaitu Gubernuran (kantor Gubernur) jambi persis samping sungai batanghari. yang mana ditempat ini banyak masyarakat sekitar melepas malam dengan berkumpul dengan kerabat atau teman disini.

Gubernuran Jambi sungai Batanghari

Kami pun tak sengaja berinteraksi dengan masyarakat yang menanyakan kami dari mana dan mau kemana mengingat pakaian robot masih menempel di badan. dan tak terasa pembicaraan kami semakin hangat tentang Suku Anak Dalam jambi yang mulai masuk ke kota meminta minta, serta mulai terusiknya kampung mereka oleh oknum yang mungkin saja dibekingi oleh kekuatan yang besar untuk merubah rumah asli suku anak dalam Jambi menjadi lahan kelapa sawit. Sungguh miris sekali mendengar cerita dari bapak ini yang sayang saya lupa siapa Namanya. tak sepatutnya menindas manusia lain yang memiliki derajat yang sama dimata tuhan demi kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Tak terasa sudah pukul 10 malam, kami pun pamit untuk mencari hotel di sini karena kami belum memesan hotel sama sekali. setelah dapat maka kami segera check in dan memilih kamar dengan kasur twin sharing agar tak terjadi kejadian yang tak diinginkan :p . :mrgreen dan sebelum tidur, kita tutup hari ini dengan makan makanan khas india mesir palembang jambi atau apalah. Martabak HAR. hehe martabak har


%d blogger menyukai ini: