Explore Bromo and Road To Jember

Ride Report ini Berhenti sekitar 3 hari dikarenakan kesibukan dan rusaknya Charger netbok saya, Alhamdulilah sudah tertangani dan Lanjutan dari cerita sebelumnya,  Setelah packing dari penginapan, Route kami hari ini adalah Explore Bromo, yang terkenal dengan gurun pasir juga hamparan savana nya yang menjadi daya tarik tersendiri di Gunung ini. Tak lupa untuk berpamitan kepada Bapak Supri sang pemilik rumah yang sudah menjamu kami dengan sangat baik

After Packing from our homestay, Route for this day is Explore the Bromo Mountain, which is famous with it’s Savana, and the Desert, and not Forget to say goodbye with Mr Supri as the house owner. Thanks sir for your best service here.

homestay Bromo

tidak hanya bromo, namun Hari ini saya akan menuju Jember, dan bermalam disana. menuju Jember mengharuskan saya untuk melewati gurun Bromo, savana Bromo, Ranupani, Senduro, Lumajang, Dan berakhir di Kota Jember

not only Bromo, at this day I would go to Jember city and stay for one night before I went to bali. Went to Bromo, we must passed the Desert, Savana, Ranupani, Senduro, Lumajang and Finish at Jember

Dari penginapan kami menuju Gurun Bromo cukup dekat. hanya sekitar 15 menit saja. perlahan kami mulai menuruni satu satunya jalan menuju gurun bromo.

it’s very near from our Homestay to bromo. Maybe only 15 minutes, and we started to pass the only one road to Bromo desert

road to bromo

sampai di Gurun, hamparan pasir membentang luas dengan bukit bukit kecil yang ada di tengah Gurun ini juga Kawah yang masih aktif. pasir terkadang ada yang keras juga ada yang dalam, ini sangat menyulitkan kami untuk berjalan dengan nyaman diatas pasir. karena motor kami semua menggunakan ban aspal.

we reached on the Desert, the sand vast stretches with the small hills and the caldera. it’s hard for us to riding on sand with asphalt tire. better if we used the dualpurpose tire,

bromo explore

caldera bromo

bromo adventure

pulsar 220 drifting

Hindu merupakan agama leluhur bangsa indonesia. Jangan Heran, jika di setiap tempat seperti ini atau tempat tempat lainnya akan sering ditemukan Pura . Di gurun ini pun terdapat Pura tempat bersembahyang Suku asli Bromo yaitu Suku Tengger.

Hinduism is the first religion in Indonesia , so don’t wonder if we found the Temple in somewhere places or historical place likes Here. at this desert, there are one temple where the  Tengger etnich worship.

Pura Bromo

Pura merupakan salah satu objek wisata menarik di bromo. perjalanan kami akan menuju ke savana melalui lautan pasir yang sangat gembur pasirnya, ini juga penyebab saya sedikit terpeleset di disini.

the Temple is one of the atractive tourism point here. we would continue our trip to bromo savana trough the desert with flabby sand, it’s cause me and my bike fall down here😦

jatuh di bromo

Jatuh karena berjalan terlalu pelan dengan bobot penuh di kiri dan kanan serta tak didukung ban yang sesuai merupakan perjuangan yang cukup berat untuk melewati lautan pasir ini. mungkin KLX, Tenere, KLR 650, dan motor enduro lainnya akan cukup mudah melalui medan ini namun tidak berlaku bagi kami. sedikit meningkatkan kecepatan merupakan pilihan yang harus diambil.

riding too slow with fully loaded in my Givi V35 and unsuitable tyres, is other things causes why I fall down here. KLX, Tenere, KTM, and maybe any other dualpurpose bike will easier to pass here. increase our speed maybe the right things to do.

bromo desert

 long way down on bromo

Setelah melewati hamparan gurun pasir tak lama kami tiba di hamparan savana gunung bromo… terdapat 3 bukit kecil yang pada umumnya masyarakat sini menyebutnya dengan bukit teletubbies. Bukit ini terbentuk secara alamiah.

after passing the desert, we arrived at Bromo Savana, there are three little hills where the local people here called it “teletubbies Land”. Because it’s looks simillar with the hills in Teletubbies movie.

teletubbies land bromo

kami berjalan dengan perlahan mulai mengarah ke ranu pani, sebuah danau kecil dengan pura yang berada sedikit tersembunyi di kaki gunung semeru tengger.

we rode slowly to Ranu pani, a small Lake with the temple beside the Lake which Located at Semeru Tengger Valley

explore bromo

dan kita dapat melihat hamparan savana yang luas dari atas sini.. sungguh indah sekali pemandangan ini.

we can saw the Great bromo savana from this point. wow it’s so beautifull landscape here.

savana gunung bromo

jalan setapak berbatu terus kita lewati untuk menuju ranu pani. langit mendung  dan tak lama hujan turun rintik-rintik semakin membuat medan sulit untuk dilalui pemotor dengan ban aspal. 30 menit berlalu akhirnya kami tiba di ranu pani. terdapat Danau dan Pura tempat bersembahyang suku tengger.

passed the rocky small road to Ranu pani, the sky was overcast and its started to rain make the terrain become so difficult to be passed by bike with asphalt tires, 30 minutes elapsed, Alhamdulillah we Finally arrived at Ranu Pani. there are a Small Lake and a Temple Beside, a Place for tengger etnich prayer

pura di ranu pani

ranu pani senduro

Kami memutuskan untuk beristirahat dan makan siang di sebuah balai desa tempat dimana berkumpulnya para pendaki gunung semeru. untuk dapat mendaki gunung semeru, harus lapor di pos ini untuk dapat di data dan mengambil tindakat jika terjadi hilang atau sakit dalam perjalanan mendaki semeru.

our group decided to break for a while and get lunch in a village office, a place where the mountain climber registration if they want to climbed the semeru tengger Mountain.

pos pendakian semeru

1 jam berlalu, dari titik ini juga saya akan melanjutkan petualangan ini sendirian menuju jember. karena David and Jun memutuskan untuk kembali ke jakarta. Route jalan setapak ditengah hutan hujan tropis adalah satu satunya jalan menuju Lumajang kota terdekat sebelum menuju Jember.

after we finished our lunch, I separated with Jun and David because they want to go back to Jakarta and I must completed my mission to Bali. again, I must passed small road in the middle of a tropical rain forest. because this is the only road to get out from here, 

Jalan dengan kondisi kurang baik, ditambah hujan, sedikit tanah membuat medan ini menjadi sangat licin.

the road is very slippery and very bad,

senduro forest

berjalan di kecepatan 50 km/h dengan sesekali berdiri menyeimbangkan motor. Shock depan saya bekerja cukup bagus dalam meredam setiap lubang, batu, maupun gravel, hingga pada akhirnya terdapat tanah merah di tengah lajur, dalam kecepatan kira-kira 55 km/h saya tak dapat mengambil tindakan apa-apa sehingga tak sadar bahwa saya telah jatuh seketika😦

open my throttle, keep my speed at 50 km/h and stand up for sometimes to balance the motorcycle. My front shockbreaker working very well. Till i increase my speed to 55 km/h and unfortunately i can’t controlled my bike then Tumble😦

jatuh di bromo

membangunkan motor, tiada kerusakan berarti. Frame Slider made by Syndicate motor menjalankan tugasnya dengan baik, menyelamatkan body motor saya. hanya sedikit lecet di Givi V35, stang Yamaha Byson yang saya gunakan praktis bengkok, namun handguard besi made by Syndicate Motor juga aman.

after I put up my bike, there are no serious damage, Frame Slider and hanguard made by Syndicate Motor works very well, safe my bike body, only a little bit scratch in My Side panniers givi v35. but my handlebar crooked😦little accident

Perjalanan saya lanjutkan, sinyal Handphone baik simpati atau indosat yang saya pakai kurang baik disini. jalur berbatu seperti ini berlangsung selama kurang lebih 35 km.

the show must go on, both of my handphone can’t reached the signal, and this rocky, small, sliperry road has a 35 km distance approximately.

Memasuki Lumajang sinyal Handphone sudah diperoleh dan saya mengontak Teman di Jember untuk mengabarkan posisi saya dan mengkondisikan Bengkel Resmi Bajaj di Jember untuk tetap buka agar dapat mengecek kondisi motor pasca Jatuh

Entering Lumajang Regency, I got my Handphone signal and immidiately contact one of my friend in Jember to report my position. I asked him to tell the Bajaj Authorized workshop at Jember if i want to go there to check up my bike after tumble in Senduro.

Lumajang – Jember berjarak sekitar 90 km saja. Hujan tak henti menemani sepanjang perjalanan. hingga sekitar pukul 6 sore saya tiba di Bajaj Jember ditangani langsung oleh Chief Mechanic “pakde” Yudha adi Pradana. Terimakasih atas service yang memuaskan:)

Lumajang – jember has a 90 km distance, The hard rain always accompany my trip till 6 pm I arrived at Bajaj Authorized Service Jember, the chief mechanic Yudha Adi Perdana handle my bike with himself. thanks for the great service to me.

Bajaj Jember

Hari ini Ditutup dengan makan malam Khas Timur Tengah.

Closed this day with dinner in middle east food in Jember city.

makanan arab

staytune…

About Rial Hamzah

Syndicate motor Indonesia owner. Specialist workshop for build an adventure bike, also creative development design at Coriaz Motoadventure. Just read it and you will be understand me ,, Lihat semua pos milik Rial Hamzah

19 responses to “Explore Bromo and Road To Jember

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 118 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: