Mengawal Orang Meninggal? Jangan Lebay Pliss…

Hari ini tanggal 6 Mei 2010, ada kejadian aneh, mengesalkan, juga menyebalkan. kronologis begini, saya baru pulang dari Kebayoran Baru. ingin pulang ke bekai tentu saja melewati jalan kalimalang. Di pertigaan raden intan-kalimalang, bertemu dengan kawal-kawalan jenazah. Dengan arogannya bebek-bebek yang mengawal ambulan jenazah ini menyetopi mobil lain walau tanpa helm dan hanya bermodal Peci sakti serta bendera kuning. okelah ga apa apa. karena menurut saya mobil pengangkut jenazah memang harus didahulukan. itu tertuang jelas dalam UU 65 tahun 1993 dimana kereta jenazah wajib di dahulukan.

Namun yang menjadi masalah adalah apabila yang mengawal ambulan ini, bertindak sangat bodoh dan arogan. mengapa mereka yang tak punya wewenang apa2 melakukan pengawalan yang sangat bodoh? tanpa helm, hanya dengan peci. sedangkan yang didahulukan dalam UU adalah kereta jenazahnya Bukan voorijder-voorijder yang bodoh seperti ini. Menurut penglihatan saya, mereka yang mengawal ini justru menambah kemacetan karena tak paham mana yang harus di blok dan mana yang harus didahulukan.

akhirnya bertemu pada persimpangan yang dimana kalau belok kiri ke arah Makam pondok kopi. nampaknya sang jenazah akan dikuburkan disana. Disaat ambulance masih berjarak sekitar 100 m dari persimpangan tersebut, voorijder voorijder yang mengawal ini sudah memblok persimpangan tersebut, padahal mobil ambulan masih jauh dari persimpangan tersebut. otomatis yang terjadi adalah Stag dari segala arah tak bisa berjalan. Berhubung posisi saya sudah dalam persimpangan tersebut, saya mencoba menyuruh yang memblok jalan tersebut untuk jangan memblok begitu karena gak akan bisa jalan. namun temannya turun dari motor dan ingin cari ribut dengan saya. keadan di persimpangan jalan gitu loh. dan ada 5 polisi di persimpangan itu. begitu nekatnya orang itu. akhirnya dia ditarik oleh polisi dan disuruh jalan.Mungkin kalau tak ada polisi akan terjadi keributan antara saya dengan Orang itu di tengah persimpangan jalan. sungguh terlalu.

Dimana otak dan Pikiran kalian. apakah tindakan kalian itu disukai masyarakat? kok mengawal orang meninggal saja seperti kesetanan? tak takutkah sanak saudara yang kalian kawal itu akan disumpa serapah oleh pengguna jalan yang lain? Karena sesungguhnya pengawal-pengawal sepeda motor yang mengawal ambulan itu yang membuat keadaan jadi semraut karena kalian tak tahu bagaimana cara mengawal yang baik. bukan dengan asal memblok-memblok saja yang mengakibatkan kemacetan.

Karena tanpa kalian kawalpun pengguna jalan yang lain akan minggir dengan sendirinya apabila mendengar raungan sirene mobil ambulance.

Maaf bila ada yang tersinggung. penulis menulis dalam keadan masih dalam keadaan panas :-(. silahkan komen apabila ada dari anggota yang mengawal jenazah yang dikuburkan di pondok kopi tadi, membaca tulisan ini. terimakasih

NO SARA ……. tidak ada hubungannya dengan agama A , B, atau C

Iklan

About Rial Hamzah

Syndicate motor Indonesia owner. Specialist workshop for build an adventure bike, also creative development design at Coriaz Motoadventure. Just read it and you will be understand me ,, Lihat semua pos milik Rial Hamzah

19 responses to “Mengawal Orang Meninggal? Jangan Lebay Pliss…

  • Maskur

    benar tuh mereka senaknya sendiri
    kemarin kemarin kalo nggak salah helmy nurmaliki atau Benny di blognya pernah juga menulis yang sama

  • lexy

    Betuul..setuju dg tulisan ini bro, aku jg sering kesal melihat tingkah orang2 ini. Tidak mengindahkan aturan lalu lintas, tidak sopan, arogan dan sakpenake udele dewe.

  • blognyamitra

    Pengalaman ane ketika ketemu iring2an mereka itu maen nyetop seenaknya sendiri, udah gitu kagak pake helm, tampangnya ancur, pokoknya gak ada bagus2nya deh……mendingan tuh2 org dikubur aja sekalian, kelakuannya nyusahin orang.

  • nadi

    Walah, kok sama dengan pengalaman saya di Jalan Raya Kampung Sawah. Waktu itu yang diblok perempatan Grand Depok City. Karena saya berlawanan arah yang sudah jadi hak saya untuk terus jalan. Mereka juga kesel ngelihat saya nyelip pelan-pelan gitu. Terlihat dari tampangnya yang aduhay bohay….. :mrgreen:

    *bawa peci sakti ah*

  • bennythegreat

    ngapain buru2 nganter jenasah?
    logika aja..tuh orang udah mati..

    yang masih hidup mau ngikut juga dgn sruntulan nganter orang mati?

  • Rindu

    Saya pernah ngalamin juga, lebih parah lagi karena motor yang didepan yang notabene bukan polisi yang ngawal tapi hanya motor biasa tapi dengan gaya jagoannya memberhentikan semua kendaraan didepannya..

    Saking ngebutnya itu pemakaman kelewat jadilah semua rombongan memotong lagi jalur dikanan untuk muter … masya ALLAH.

  • Rial Hamzah

    sebenernya ga masalah kalau mereka ikut kawal2an,, asal tertib dan ikut aturan. apakah karena merasa dilindungi undang2? KAN YANG DILINDUNGI UNdang2 ambulannya ? bukan bebek2 pengawalnya. hehe

  • Mr_Long'S

    emang bikin kesel bro,
    Pernah gw lewat jl menceng di daerah tegal alur ketemu rombongan mobil zenajah macam gni minta di ksh jln ma mobil pribadi yg di lewati ny dgn cr memukul2 mobil pke gagang kayu bendera kuning…

  • kilaubiru

    ga pa2 lah.. tapi kayaknya tu orang pas masih idup suka ngrepotin, mati aja masih bikin repot 😀

    • oren-b

      hmm….2 jempol ke atas untuk pendapat bro kilaubiru…

      saya pun pernah mengawal jenazah paman dari bandung ke banjar-ciamis. berusaha mungkin untuk meyakinkan keluarga bahwa cukup 3 motor untuk yang mengawal kendaraan jenazah, biar sisa kendaraan yang lainnya jangan sampai beriringan dan merepotkan orang lain….syukur pihak keluarga mengerti dan jenazah pun lancar sampai peristirahatan terakhir.

  • pridesonline

    rebutan jalan tuh namanya

  • oot

    ga masalah buat saya.. nanti sampean kalo meninggal jangan harap saya kasi jalan ok !!

  • Shark

    karna merasa sebagai pribumi disitu…jd ya merasa yg paling bener dan jago sendiri… 🙂

  • oot

    tambahan.. namanya acara pemakaman saya yakin sekali cendrung emosional.. jadi, sodara harap maklum. urusan gayanya kaya preman atau merasa paling benar, ntar di buktikan sendiri kalo kerabatnya meninggal.

  • Rial Hamzah

    sudah pernah mengalami kok bro krabat yang meninggal 🙂
    tapi ya jangan sampai yang seharusnya acara pemakaman dilangsungkan secara hikmat, jadi menimbulkan sumpah serapah dari pengguna jalan lain. memang harus di dahulukan, setuju saya.. tapi apakah kalau kita sudah memberi jalan, tapi masih di pukul juga mobil apa motor kita bagaimana? apkah masih tetap tidak masalah? 🙂

  • Andry

    Keadaan yg seperti itu pernah jg saya alami. di daerah harmoni,JKT… wkt itu ada iring2an mobil jenazah tp yg paling tidak memakai aturan ya motor2 yg mengiringi jenazah tersebut. tiba2 motor pengiring jenazah tersebut berhenti mendadak didepan mobil saya sehingga nyaris saya tabrak… kl udh begini siapa yg akan di salahkan???

    tidak lama kemudian setelah saya jalan beberapa ratus meter, terjadilah kecelakaan pada pengiring jenazah yg menggunakan motor.malangnya, kecelakaan tersebut terjadi terhadap pengiring janazah bermotor yg membawa anak kecil..

    sungguh sangat di sayangkan sekali kejadian tersebut…

    mudah2an bagi pengiring jenazah bisa memahami aturan yg ada!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: