The Bedbungkers Hostel and Lost My Key at Kuta-Bali

Setelah menikmati sunset di tanah lot, saya dan Duta bergegas menuju penginapan yang unik dan murah. begitu kata Duta. karena ia sudah berada di penginapan itu sejak 18 november 2012. Dari tanah Lot, kami mengambil arah menuju Sunset Road, Kuta.

After I saw beautifull sunset at Tanah Lot, Me and Duta went to Cheap, uniqe hostel. I Followed duta because he know where is the hostel that I mean because he was here since November 18th 2012. From Tanah Lot we Towards to Sunset Road, Kuta Bali.

bedbungkers kuta

Kira-kira 30 menit kami sudah sampai di Sunset Road Kuta, dan langsung menuju The Bedbungkers. penginapan apa ini? pikirku dalam hati, setelah check-in dan membayar sekitar 182rb untuk 2 hari, saya langsung memasuki kamar.

30 minutes pased, we arrive at sunset Road Kuta, and directly go to Bedbungkers  Hostel, What kind of lodging is this? I asked myself. Then I went to the bedroom  after Check in and pay IDR 182.000 or US$ 19 for 2 nights.

Kamar? tunggu, lebih tepatnya bungkers. yaitu kamar yang terdapat 15 kasur bertingkat yang terdapat pria dan wanita di dalamnya. mungkin bagi backpacker ini tak asing, namun bagi saya cukup asing dan merupakan pengalaman baru yang saya dapatkan dari perjalanan ini. Di bungker ini hanya 1 WNI selebihnya adalah dominan Wanita warga negara asing. :D jangan kaget jika sebelah anda adalah wanita asing tidur dengan pakaian cukup terbuka dengan cuek #baseontruestory

A bedroom? wait the minute, I think it’s not a Bedroom, but a Bungkers. haha. room with 15 bed inside and sleep with foreign people mix between Boys and Girls. Surely it’s first time for me :D . Only three Indonesian in this room, me, Duta, and one other.

bedbungkers

Hanya saya dan Duta yang merupakan Motoadventurer yang stay disini. penghuni disini cukup keheranan ketika kami memasuki Bungkers dengan pakaian dan membawa box ke dalam kamar. Tak elak terjadi percakapan antar-bangsa di ruangan ini. Lalu kami segera bebersih dan ganti pakaian untuk segera makan malam dipandu oleh Mario Iroth dari www.wheelstory.org dan menemani kami berwisata malam di kota denpasar dan Kuta.

when me and Duta came and entering the room, all eyes look at us. because we bring the panniers containing our shirt, pants, etc. helmet, and tankbag. so that the conversation happened between us and other occupant in that room. we looking for diner tonight so Mario Iroth From www.wheelstory.org  accompany us for that, and night riding around Denpasar and Kuta.

nasi jinggo bali

nasi jinggo ini cukup murah dan sangat mengenyangkan. dengan catatan makan lebih 2 porsi ya. At least hanya 20rb rupiah anda sudah makan nasi, ayam suir, telur 1/2 matang, teh manis dll. wow. Perjalanan kami lanjutkan menuju Pasar yang cukup tua yang ada di denpasar, yang beroprasi malam hari. ah saya lupa ini namanya pasar apa.

“Nasi Jinggo” a Balinese food which very cheaper and delicious, containing chicken, rice, egg, and sweet tea. atleast with IDR 20.000 or US$ 2 can make you full. We continued our trip to traditional night market in Denpasar. but unlucky I forget what is the name of this market

pasar malam denpasar

menembus gelapnya kota Denpasar Bali mengantar kami ke sebuah monumen yang sangat menarik dengan lampunya yang gemerlap menjadi dayatarik tersendiri. ini adalah Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Denpasar was dark at this time. I visited a Monument that Bali people called “monumen perjuangan rakyat Bali” or Balinese people struggle monument. with it’s beauty colourfull lightning made it was attractive.

monumen perjuangan rakyat bali

Setelah puas mengabadikan foto monumen ini, kami melanjutkan perjalanan malam ini dan Kuta adalah tujuan terakhir kami dari wisata malam di Bali. setelah 30 menit perjalanan kami tiba di Kuta, setelah memarkirkan motor saya langsung menuju monumen Bom Bali 2 yang sangat terkenal di Dunia ini dan melihat nama-nama mereka yang menjadi korban Bom Bali 2. Sungguh menyedihkan.

We went to Kuta as the last destination at this time. after I parked my Pulsar, me and other directly visited Bali Bomb Monument at Kuta which is very famous in Indonesia and the world as a human tragedy. it was very sad to imagine that.

monumen Bom Bali 2

 

Sepanjang Jalan ini tidak ada sesuatu yang spesial disini menurut saya. Ternyata hanya sebagai tempat hiburan malam dengan diskotik dan bar yang terbuka. banyak orang Bule berjalan dengan mabuk baik Pria maupun wanita dan dengan percaya dirinya memakai pakaian yang cukup terbuka. saya merasa bukan di Indonesia karena Ini bukan budaya kita !!!

kuta nightlife

Setelah 15 Menit melihat-lihat sekitar, saya baru sadar kalau kunci motor saya tak ada di kantong celana. Saya berjalan menelusuri jalan yang saya lewati hingga ke parkiran motor. Namun tak ada juga kunci saya. oh god. ini akan menjadi malam panjang yang melelahkan.Cukup aneh karena saya berjalan belum terlalu jauh dari parkiran motor

15 minutes passed, I’m looking around and when i checked my pocked, I lost my key than I back along the road that I’ve been through before. But I can’t find it. Damn. Oh god it’s will be a long night.

Lalu Mario mencari tukang kunci berusaha untuk membuat kunci untuk motor saya. setelah 30 menit tukang kunci datang. utak atik melihat lubang, ia menyerah untuk membuatkan kunci. karena sangat rumit dan tidak umum. Memang Kunci Bajaj Pulsar 220 dan 180 yang terbaru sangat canggih sehingga hampir semua tukang kunci tak bisa membuat kuncinya kecuali menduplikat itupun biaya duplikatnya sangat mahal sekitar 80 ribu rupiah.

Mario call the Locksmith and he came after 30 minutes. the Locksmith try to made the key for my pulsar. but he giveup :( . Because Pulsar’s key was very diffrent with others and it’s difficult to made it.

Saya berusaha untuk mengakali membongkar motor untuk melepaskan kunci kontak dari segitiga agar motor bisa dibawa kembali ke hotel dengan cara di Dorong. namun karena keterbatasan kunci alat. itu tak bisa di lakukan. Saya Khawatir ada orang yang mengambil kunci dari kantong saya, dan berniat jahat untuk mengambil motor saya. karena sekali lagi ini cukup aneh saya belum berjalan terlalu jauh namun kunci sudah tidak ada. Oleh karena itu saya memutuskan untuk kembali ke BedBungkers dan meninggalkan Motor di parkiran Kuta. Sebagai antisipasi kunci Bajaj Pulsar saya ditemukan orang lain dan Mungkin bisa mencuri motor saya, Saya mengakali dengan melepas ban depan saya dan membawa pulang ke Bedbungkers.

I tried to disasamble my bike to open the key and then pull it to Bedbungkers. Because of our utility was not complete, I’m not succesfull to do that. I was worried if there are people steal the key from my pocket, and want to take my bike. because once again, it is quite strange. I’m not gone too far from parking lot but my key was missing. Therefore, I decided went back to BedBungkers and left my bike in Kuta. In anticipation someone find my key and might be able to steal my bike, I disassamble my front tire off and bring it back to Bedbungkers. :D

pulsar multistrada rial hamzah

#thisPictTakenatthemorningAfter

Saya Percaya Bali adalah tempat yang sangat aman, ini Hanya langkah antisipasi. nantikan lanjutannya

I believe Bali is a Safe Places but it’s my precaution. staytune with us.

salam


Tim Expedisi SAP7ARANU Stage 1 dimulai

Jakarta, 7 Mei 2013 –  pada 5 mei 2013 tim ekspedisi Sap7aranu (baca : Saptaranu) Nusantaride Exploration memulai perjalanannya menjelajah 7 danau besar di Sumatera. Dilepas oleh R. Anandakrishnan Presiden Direktur PT.TVS Motor Company Indonesia, tim ekspedisi memulai garis start dari pelataran kantor PT.TVS Motor Company Indonesia Jl.HR Rasuna Said Kav.C5, Jakarta.

apache saptaranu

4 riders mengendarai TVS Apache RTR 180 cc, yakni Riza Amrullah, Andry Berlianto, Yeremia Exlesia “Rere” Theorandaru dan Adi Imaduddin akan melintasi jarak + 8.000 km dalam kurun waktu 50 hari perjalanan. Dengan tujuan mengunjungi 7 danau besar di Sumatera, mengungkapkan potensi danau dan sekitarnya agar dapat diketahui secara umum sebagai esensi perjalanan. Destinasi danau ini juga dipandang dari kacamata pengendara sepeda motor.

apache rtr start

“TVS Motor adalah brand yang paling dipercaya di negara asalnya, India. Melalui tim ekspedisi Sap7aranu ini akan membuktikan ketangguhan TVS Apache RTR sebagai salah satu brand varian sport TVS Motor. Ketangguhan TVS Apache RTR dapat dibuktikan karena dapat melalui rintangan dan kondisi jalanan, termasuk kondisi jalan yang kurang baik, sulit dan terpencil,” ujar R. Anandakrishnan, Presiden Direktur PT TVS Motor Company Indonesia pada saat mengibarkan bendera start yang menandakan ekspedisi Sap7aranu Nusantaride Exploration dimulai.

1.7_suasana pelepasan tim Ekspedisi Saptaranu_di pelataran kantor TVS Motor Pusat

Tim ekspedisi Sap7aranu dalam perjalanannya juga akan singgah menemui para pecinta sepeda motor TVS, yakni anggota komunitas TVS Motor yang tergabung dalam TVS Motor Community (TMC) di beberapa dealer TVS Motor di TVS Padangsidimpuan, TVS Banda Aceh, TVS Palembang dan TVS Bandar Lampung. Tim ekspedisi diperkirakan akan kembali ke Jakarta pada 23 Juni 2013.

saptaranu preparation

Selain TVS Motor sebagai brand pendukung ekspedisi Sap7aranu Nusantara Lakexploration ini, brand pendukung lainnya adalah yakni Respiro, 7Gear, Sinnob,  Eiger Adventure dan konsultan safety riding Jakarta Road Survival (JRS).

patut kita tunggu bersama kelanjutan cerita yang seru dari tim sap7aranu ini di page facebook sap7aranu dan twitter.

rialhamzah.com


Road to Bali and Beautifull Sunset at Tanah Lot

20 November 2012, Alarm Pagi ini membangunkan saya pukul 6 pagi. renacana hari ini adalah menuju Bali. Namun pagi ini sedikit dibuat Jengkel karena Charger Canon 450D saya ternyata rusak dan Battre sudah Merah, Buat apa melanjutkan Perjalanan tanpa Dokumentasi?

November 20, 2012. the bell at my Blackberry wake me up at 06.00 am. My plan for today is going to Bali. But i’ve little bit problem when my camera battery charger was broken, and my EOS battery was empty. For what I Continued this trip without the documentation?

Setelah packing dari Hotel, saya memutuskan untuk keliling Kota asal dari pedangdut Dewi Persik ini dan menemukan Charger untuk Kamera saya, Bukan ori sih, tetapi bisa untuk mencharger yang terpenting.

After packing my equipment, I decided to walk around the Jember city to find the camera shop where sell the battery Charger for my Eos 450d. yeah litlle bit dissapointed because its not original but, the most importan things is, it can charge my battery.

Jember-Banyuwangi hanya sekitar 80 km, meninggalkan Kota Jember pukul 10.00, saya menuju Pelabuhan Ketapang, dimana masih merupakan satu satunya akses darat untuk menyebrang ke Pulau Dewata Bali.

Jember-Banyuwangi is about 80 km, leave Jember at 10.00am, I went to Ketapang port in Banyuwangi, which is the only way to go to Bali by Motorcycle or the others land transportation.

Setelah 2 jam Meliuk-liuk di jalan dengan kecepatan rata-rata 40km/h saya tiba di Pelabuhan ketapang. Membayar tiket 16 ribu saja dan tanpa antrian langsung masuk ke Kapal yang selalu tersedia disana.

After 2 hours on the road with the average speed around 40km/h, I arrived at Ketapang Port, pay the Ferry ticket just IDR 16.000 without queuing because the ferry always avaliable at there.

pelabuhan Ketapang

 

Memarkirkan motor paling depan, memastikan semua aman, tak lama kapal mulai bergerak meninggalkan pelabuhan, dan saya memilih untuk naik ke ruang tunggu diatas sembari menikmati pemandangan di Laut ini.

park my Bike in front, and make sure everythings is okay, the ferry start moving left the port. I choose to enjoy this beautifull view in the deck

laut jawa bali

selat jawa

 

hanya sekitar 1 jam saja. Saya tiba di Pulau Bali. yeah, akhirnya sampai juga di pulau yang katanya lebih terkenal di dunia daripada “Indonesia” nya. Setelah keluar kapal, ada pemeriksaan oleh Pihak kepolisian, jadi jangan harap bagi yang tak membawa surat lengkap bisa masuk bali. motor tak lengkap pun akan kena tilang. Namun 1 yang membuat saya cukup tertawa, Pak Polisi tak tau motor apa yang saya naiki, dialog menarik pun terjadi, “pak ini motor apa yah?’ saya jawab, “Bajaj pak”, polisi jawab “oooo, besar yah, trus berapa cc ini pak” dalam hati berkata, yah si bapak ngecek surat cuma formalitas nih, kan disitu ditulis 220 cc :p. akhirnya saya jawab “240cc pak” (setelah stroke-up) hehe. dan akhirnya saya dibiarkan lewat, tp cukup 1 yang mengganjal, apakah polisi tak memperhatikan bahwa saya tak memakai Plat nomer depan? ah mungkin beliau tak memperhatikan.

only 1 hour and finally I came to Bali Island the one of most famoust tourism destination in the world. perhaps, all of you know about Bali than the country Indonesia :D . To enter Bali Island, There are Indonesian Police who will check your Licence and vehicle registration so, if you’re incomplete, you can’t entering Bali.

Okey, Lanjutkan perjalanan selepas Gilimanuk untuk menuju tanah Lot memakan waktu sekitar 3 jam saja, jalanan cukup asyik namun kepadatan cukup membuat lelah karena tak bisa memacu motor dengan lepas, melewati negara, ada upacara adat, sehingga jalanan sedikit macet.

From Gilimanuk port to Tanah Lot take 3 hours riding, the road was awfull but the traffic is not nice, a lot of truck move slowly and I can’t Throttle up my Bajaj Pulsar Multistrada 240F.

Jam menunjukkan pukul 16.30 WITA, saya tiba di Tanah Lot, dan Mengcontact kawan Nusantaride yang kebetulan juga pergi ke bali selepas nusantaride national rally 2012. Dan tak Lama Duta pun tiba, Kami belum pernah bertemu sebelumnya, namun karena memiliki passion yg sama keakraban terjadi dengan sangat mudah.

16.30 pm Indonesian middle time zone, I arrived at Tanah Lot, and call my Friend who was in Bali too. we haven’t met before, but we feel familiar maybe because of our hobby in adventure.

saat saat sunset yang indah di Tanah Lot coba saya abadikan dengan Kamera tua saya ini.

its time for taking picture with my old EOS 450d. awsome…

tanah lot sunset

duta purnawan

sunset at tanah lot

sunset tanah lot

siluet photography

IMG_7345

rial photography

 

pemandangan yang indah di Pulau yang indah. Selesai kami menikmati view tanah lot, saatnya menuju Kuta untuk bermalam. Nantikan cerita selanjutnya

magnificent view on the fancy island. staytune for the next story


Explore Bromo and Road To Jember

Ride Report ini Berhenti sekitar 3 hari dikarenakan kesibukan dan rusaknya Charger netbok saya, Alhamdulilah sudah tertangani dan Lanjutan dari cerita sebelumnya,  Setelah packing dari penginapan, Route kami hari ini adalah Explore Bromo, yang terkenal dengan gurun pasir juga hamparan savana nya yang menjadi daya tarik tersendiri di Gunung ini. Tak lupa untuk berpamitan kepada Bapak Supri sang pemilik rumah yang sudah menjamu kami dengan sangat baik

After Packing from our homestay, Route for this day is Explore the Bromo Mountain, which is famous with it’s Savana, and the Desert, and not Forget to say goodbye with Mr Supri as the house owner. Thanks sir for your best service here.

homestay Bromo

tidak hanya bromo, namun Hari ini saya akan menuju Jember, dan bermalam disana. menuju Jember mengharuskan saya untuk melewati gurun Bromo, savana Bromo, Ranupani, Senduro, Lumajang, Dan berakhir di Kota Jember

not only Bromo, at this day I would go to Jember city and stay for one night before I went to bali. Went to Bromo, we must passed the Desert, Savana, Ranupani, Senduro, Lumajang and Finish at Jember

Dari penginapan kami menuju Gurun Bromo cukup dekat. hanya sekitar 15 menit saja. perlahan kami mulai menuruni satu satunya jalan menuju gurun bromo.

it’s very near from our Homestay to bromo. Maybe only 15 minutes, and we started to pass the only one road to Bromo desert

road to bromo

sampai di Gurun, hamparan pasir membentang luas dengan bukit bukit kecil yang ada di tengah Gurun ini juga Kawah yang masih aktif. pasir terkadang ada yang keras juga ada yang dalam, ini sangat menyulitkan kami untuk berjalan dengan nyaman diatas pasir. karena motor kami semua menggunakan ban aspal.

we reached on the Desert, the sand vast stretches with the small hills and the caldera. it’s hard for us to riding on sand with asphalt tire. better if we used the dualpurpose tire,

bromo explore

caldera bromo

bromo adventure

pulsar 220 drifting

Hindu merupakan agama leluhur bangsa indonesia. Jangan Heran, jika di setiap tempat seperti ini atau tempat tempat lainnya akan sering ditemukan Pura . Di gurun ini pun terdapat Pura tempat bersembahyang Suku asli Bromo yaitu Suku Tengger.

Hinduism is the first religion in Indonesia , so don’t wonder if we found the Temple in somewhere places or historical place likes Here. at this desert, there are one temple where the  Tengger etnich worship.

Pura Bromo

Pura merupakan salah satu objek wisata menarik di bromo. perjalanan kami akan menuju ke savana melalui lautan pasir yang sangat gembur pasirnya, ini juga penyebab saya sedikit terpeleset di disini.

the Temple is one of the atractive tourism point here. we would continue our trip to bromo savana trough the desert with flabby sand, it’s cause me and my bike fall down here :(

jatuh di bromo

Jatuh karena berjalan terlalu pelan dengan bobot penuh di kiri dan kanan serta tak didukung ban yang sesuai merupakan perjuangan yang cukup berat untuk melewati lautan pasir ini. mungkin KLX, Tenere, KLR 650, dan motor enduro lainnya akan cukup mudah melalui medan ini namun tidak berlaku bagi kami. sedikit meningkatkan kecepatan merupakan pilihan yang harus diambil.

riding too slow with fully loaded in my Givi V35 and unsuitable tyres, is other things causes why I fall down here. KLX, Tenere, KTM, and maybe any other dualpurpose bike will easier to pass here. increase our speed maybe the right things to do.

bromo desert

 long way down on bromo

Setelah melewati hamparan gurun pasir tak lama kami tiba di hamparan savana gunung bromo… terdapat 3 bukit kecil yang pada umumnya masyarakat sini menyebutnya dengan bukit teletubbies. Bukit ini terbentuk secara alamiah.

after passing the desert, we arrived at Bromo Savana, there are three little hills where the local people here called it “teletubbies Land”. Because it’s looks simillar with the hills in Teletubbies movie.

teletubbies land bromo

kami berjalan dengan perlahan mulai mengarah ke ranu pani, sebuah danau kecil dengan pura yang berada sedikit tersembunyi di kaki gunung semeru tengger.

we rode slowly to Ranu pani, a small Lake with the temple beside the Lake which Located at Semeru Tengger Valley

explore bromo

dan kita dapat melihat hamparan savana yang luas dari atas sini.. sungguh indah sekali pemandangan ini.

we can saw the Great bromo savana from this point. wow it’s so beautifull landscape here.

savana gunung bromo

jalan setapak berbatu terus kita lewati untuk menuju ranu pani. langit mendung  dan tak lama hujan turun rintik-rintik semakin membuat medan sulit untuk dilalui pemotor dengan ban aspal. 30 menit berlalu akhirnya kami tiba di ranu pani. terdapat Danau dan Pura tempat bersembahyang suku tengger.

passed the rocky small road to Ranu pani, the sky was overcast and its started to rain make the terrain become so difficult to be passed by bike with asphalt tires, 30 minutes elapsed, Alhamdulillah we Finally arrived at Ranu Pani. there are a Small Lake and a Temple Beside, a Place for tengger etnich prayer

pura di ranu pani

ranu pani senduro

Kami memutuskan untuk beristirahat dan makan siang di sebuah balai desa tempat dimana berkumpulnya para pendaki gunung semeru. untuk dapat mendaki gunung semeru, harus lapor di pos ini untuk dapat di data dan mengambil tindakat jika terjadi hilang atau sakit dalam perjalanan mendaki semeru.

our group decided to break for a while and get lunch in a village office, a place where the mountain climber registration if they want to climbed the semeru tengger Mountain.

pos pendakian semeru

1 jam berlalu, dari titik ini juga saya akan melanjutkan petualangan ini sendirian menuju jember. karena David and Jun memutuskan untuk kembali ke jakarta. Route jalan setapak ditengah hutan hujan tropis adalah satu satunya jalan menuju Lumajang kota terdekat sebelum menuju Jember.

after we finished our lunch, I separated with Jun and David because they want to go back to Jakarta and I must completed my mission to Bali. again, I must passed small road in the middle of a tropical rain forest. because this is the only road to get out from here, 

Jalan dengan kondisi kurang baik, ditambah hujan, sedikit tanah membuat medan ini menjadi sangat licin.

the road is very slippery and very bad,

senduro forest

berjalan di kecepatan 50 km/h dengan sesekali berdiri menyeimbangkan motor. Shock depan saya bekerja cukup bagus dalam meredam setiap lubang, batu, maupun gravel, hingga pada akhirnya terdapat tanah merah di tengah lajur, dalam kecepatan kira-kira 55 km/h saya tak dapat mengambil tindakan apa-apa sehingga tak sadar bahwa saya telah jatuh seketika :(

open my throttle, keep my speed at 50 km/h and stand up for sometimes to balance the motorcycle. My front shockbreaker working very well. Till i increase my speed to 55 km/h and unfortunately i can’t controlled my bike then Tumble :(

jatuh di bromo

membangunkan motor, tiada kerusakan berarti. Frame Slider made by Syndicate motor menjalankan tugasnya dengan baik, menyelamatkan body motor saya. hanya sedikit lecet di Givi V35, stang Yamaha Byson yang saya gunakan praktis bengkok, namun handguard besi made by Syndicate Motor juga aman.

after I put up my bike, there are no serious damage, Frame Slider and hanguard made by Syndicate Motor works very well, safe my bike body, only a little bit scratch in My Side panniers givi v35. but my handlebar crooked :( little accident

Perjalanan saya lanjutkan, sinyal Handphone baik simpati atau indosat yang saya pakai kurang baik disini. jalur berbatu seperti ini berlangsung selama kurang lebih 35 km.

the show must go on, both of my handphone can’t reached the signal, and this rocky, small, sliperry road has a 35 km distance approximately.

Memasuki Lumajang sinyal Handphone sudah diperoleh dan saya mengontak Teman di Jember untuk mengabarkan posisi saya dan mengkondisikan Bengkel Resmi Bajaj di Jember untuk tetap buka agar dapat mengecek kondisi motor pasca Jatuh

Entering Lumajang Regency, I got my Handphone signal and immidiately contact one of my friend in Jember to report my position. I asked him to tell the Bajaj Authorized workshop at Jember if i want to go there to check up my bike after tumble in Senduro.

Lumajang – Jember berjarak sekitar 90 km saja. Hujan tak henti menemani sepanjang perjalanan. hingga sekitar pukul 6 sore saya tiba di Bajaj Jember ditangani langsung oleh Chief Mechanic “pakde” Yudha adi Pradana. Terimakasih atas service yang memuaskan :)

Lumajang – jember has a 90 km distance, The hard rain always accompany my trip till 6 pm I arrived at Bajaj Authorized Service Jember, the chief mechanic Yudha Adi Perdana handle my bike with himself. thanks for the great service to me.

Bajaj Jember

Hari ini Ditutup dengan makan malam Khas Timur Tengah.

Closed this day with dinner in middle east food in Jember city.

makanan arab

staytune…


Day 5. Beautifull Sunrise, Mount Bromo

19 November 2012, Alarm membangunkan saya sekitar pukul 3.45 am. namun mata ini masih ngantuk sehingga kembali di pejamkan niatnya untuk sebentar saja namun, WTF!!! ketika kembali sadar sudah pukul setengah 5. kami bertiga bergegas menuju pananjakan 2 dimana akan melihat sunrise dar titik yang tinggi di gunung bromo.

November 19th, 2012, the bell wake me up at 3.45 am, but, it’s hard for me to open my eyes, so that, I back to sleep for a minute, zzzzzZZzzz,,, 45 minutes elapsed….. oh god , what time is it? it’s 4.30 am. so we get out from the homestay quickly went to “pananjakan 2″ a place where we can see the sunrise, because the sunrise happened at 5 am at this place.

tak Lupa Menyiapkan Kamera , saya memacu motor dengan sedikit tergesa tak mau kehilangan moment. ketika sampai, banyak mobil hartop menghalangi jalan kami. mau tak mau kami hanya bisa sampai titik sini dimana diharuskan naik ke atas menggunakan kuda. ah ini hanya intrik dari penduduk sekitar karena saya yakin sebetulnya motor saya bisa kok naik keatas. yasudahlah. Terpaksa melihat Sunrise Dari Spot yang kurang pas. :(

Preparing My Rebel xsi, then i Rode little bit fast coz I didn’t wanna lose this moment. when we arrived, a lot of jeep parking and automaticly blocked the road to the Highest place in Mount Bromo, From this place, we must rent a horse for going there or Walking,. I think it’s just a Tricks, because I’m sure my Bike can rise to the top. We choose stayed here and enjoy the Sunrise from this point, Not nice :(

langit mulai memerah, ini salah satu pemandangan yang sangat menarik…

bromo Sunrise

sunrise at bromo

Matahari sudah tinggi. beberapa tourist asing terlihat sudah mulai turun dari titik tertinggi. mobil hardtop yang menghalangi juga sudah satu persatu meninggalkan Pananjakan 2. dan saatnya kami bergerak keatas. memang tanjakan cukup terjal dan kalau sampai mesin mati hampir dipastikan akan jatuh ke belakang. karena pasir nya sangat empuk dan dapat menenggelamkan telapak kaki. Sering sekali yang berjalan kaki pun jatuh terpeleset disini

The Sun is Up, a Few of  local and Foreign Tourism started going down from the Highest spot, the Jeep which blocked the road started back down to the village. it’s time for us to going up. becarefull, if our engine die, we will tumble, because the sand was very slippery. sometimes, people who walk not carefull, was fall down here.. :)

offroad pulsar 220

menuju pananjakan bromo

Sampailah pada titik ideal dimana Kami dapat melihat Kawah gunung bromo, dan Gunung Semeru yang persis berada dibelakang gunung Bromo. indah sekali. dimana Kabut masih menutupi, bagai berada diatas awan

we arrived on the great spot where we can saw the Bromo Crater and The Great Mount Semeru Tengger Behind, it was so beautiful, when the fog still covered the ground beneath. like being on the cloudtop of the top Bromo

rial Hamzah on Bromo

berdiam sekitar beberapa saat terkesima akan indahnya pemandangan ini, lalu kami bertiga turun untuk kembali ke penginapan. untuk sarapan pagi, dan bergegas kembali melanjutkan perjalanan ini. Perjalanan masih sangat panjang Kawan.

I’m motionless for a few minutes, unnerved with this beautifull scenery and then, we went back down to the homestay for a breakfast and packing before continued our trip because the amazin journey is still long buddy. :)

bajaj Pulsar Touring

david Prides

Bromo Photography


Day 4. Road To Mount Bromo

18 November 2012, hari ini saya akan melanjutkan petualangan ini. Tujuannya jelas, Gunung Bromo, Gunung yang luas, besar, dengan gurun pasir dan savana nya yang terkenal itu. Pada kesempatan ini saya tak sendiri. ada 3 orang yang akan turut serta Berpetualang bersama saya. Bro David, Bro Jun, dan Bro skaya.

18 november 2012, today, I’ll continued this journey, the destination is Mount Bromo. The big Mountain with the famous Dessert and Savana. At this time, i’m not Ride alone but, there are three person join this trip with me, David, Jun, and Skaya.

Banyak Jalan menuju Gunung Bromo, namun saya akan memilih Route yang umum saja yaitu melalui Probolinggo. Kami berempat mulai start sekitar pukul 11 siang. melewati Pasuruan dan Probolinggo. berombongan, membuat saya harus berjalan lebih santai..

there are many roads who can we takes to Bromo, but I choose the General Route via Probolinggo. So We Start from Pacet at 11.00 am, riding in group makes me to Ride more relaxed. haha

Gersang dan Panasnya Jawa timur tak pelak membuat badan menjadi gerah. Segera membuka Ventilasi di tangan yang ada di Jacket Contin Kamerad v2 yang saya gunakan. sesekali memacu motor hingga 130 km saja, meninggalkan  rombongan untuk memperoleh angin.

East Java was very hot. the temprature so high at this road, it makes me stiflingly hot.. so that I opened My Contin Kamerad jacket ventilation. and sometimes run till 130 km/h to get more fresh air.

kira kira 2 jam perjalanan sudah berlalu. kamu sudah mendekati Probolinggo dan tinggal berbelok ke kanan menuju Bromo. ini pertama kalinya saya mengunjungi gunung Bromo. yang sudah terlihat dari kejauhan berdiri dengan angkuhnya seolah menatap dan berkata “welcome to the jungle buddy”.

at least 2 hours passed, we come near to Probolinggo, and turn right for going to Bromo which was visible from a long distance, as though said “welcome to the jungle buddy”

david prides goes to bromo

bromo savana

Melanjutkan perjalanan semakin keatas dan elevation pun bertambah. langit sekejap berubah menjadi mendung, Kami menepi untuk memakai jas hujan. saya dan Jun berjalan pelan sembari menunggu david dan skaya di belakang yang belum selesai memakai jas hujan. hujan bertambah deras dan lebat. setengah jam berjalan namun david dan skaya juga belum muncul. diputuskan kami untuk berhenti di sebuah warung dan melakukan kontak dengan 2 orang yang terpisah dari rombongan.

runing back over the top, the sky become cloudy, so we choose to step a side to wearing the raincoat. at the same time after i wear it, me and Jun ride slowly in between waiting David and Skaya Gear up. the rain become “hurricane” so Me and Jun Stop in some tavern for waiting David and Skaya

pulsar multistrada road to bromo

hujan mulai reda, perjalanan kami lanjutkan dengan full team. Menuju Bromo disuguhi dengan keindahan yang sangat menarik. Dalam hati bersyukur masih diberi kesempatan menikmati alam secara gratis pemberian Yang Maha Kuasa.

hard rain started to stop, our team are Completed. There are a lot of beautifull scenery at this route to bromo, and I’m very thanksfull God to give me this beautifulll nature of Indonesia.

mungkin pemandangan di eropa bisa kita temukan disini. Pohon pinus yang berdiri sejajar membuat bertambahnya keindahan ini

bromo mountain

prides on bromo

pulsar multistrada 240F

Hari sudah semakin sore. niat kami untuk turun ke kawah berpasir harus diurunkan sejenak. Kami bertiga memilih untuk cari penginapan di Bromo dan Skaya memilih untuk pergi ke Batu yang berjarak 100km dari sini. dan beruntungnya kami dapat penginapan yang murah. 1 rumah kita sewa dan memiliki pemandangan yang indah.. so inilah akhir dari hari ini. besok, sunrise di bromo akan menjadi pembuka kegiatan the great java bali road trip selanjutnya.

Time is getting late, we must be patient for a while and keep our itention for went down to the Bromo desert. three of us agree to find a homestay in Bromo but at the same time, Skaya Choose to separate and stay in Batu Malang, a Place has a distance 100km more from here. We Fortunate, got the cheap, cozy, and clean home stay with a great view at the back of this house. So this is the end of this day. staytune

pulsar headlamp so bright


Day 3. Prides 4th Jamboree 2012

17  November 2012. hari ini adalah hari sabtu dimana hari kedua saya di Dieng plateu. Pada hari ini pula saya akan melanjutkan perjalanan menuju ke timur. Sejak pagi hari sudah bersiap, dan packing dari kamar hotel, namun sebelum pergi saya ingin sekali lagi berpamitan kepada teman-teman Nusantaride dulu.

17 November 2012 this is Saturday the second days in Dieng Plateau. at this day I’ll continued my trip to the East. I’ve already packed all of my stuff but, before i went to East, I would go to Nusantaride Camp for farewell.

peta day 3

Manajemen waktu perjalanan saya pada hari ini sedikit kacau. dikarenakan ketika saya mengecek gps, jarak dari Dieng, Jawa tengah, menuju ke Pacet Mojokerto, Jawa timur, hanya sekitar 300 km saja. Perkiraan 4-5 jam saja dengan kecepatan rata-rata 60 km/h. oleh karena itu saya memutuskan agak sedikit berlama-lama di NNDR 2012. Namun Ketika re-calculating route ternyata jarak yang ditempuh adalah 420 km. Praktis setelah makan siang di Wonosobo, atau sekitar jam 1 siang, saya menuju ke Pacet Jawa timur.

The Time Management on my Journey at this day was slightly chaotic. you know why? because when I checked my GPS, the distance between Dieng and Pacet Mojokerto is just 300 km, so that, I estimated if  my average speed is 60/km, it just takes 5 hours. But when the GPS recalculated the route, wow, the distance is more than 420 KM. and After Lunch, I continued my trip To Pacet East java where the Prides Jamboree be Held.

memacu motor dengan kecepatan yang sedang saja karena diiringi hujan dan jalanan menjadi licin. saya mulai meninggalkan Wonosobo. melewati Secang dan Lingkar Luar salatiga. Jalan pegunungan dengan udaranya yang dingin, membuat performa motor saya menjadi kurang mantap karena ketipisan udara di dataran tinggi.

Ride the bike slowly because it rains and the road was slippery. I began to out From Wonosobo, passed Secang and Salatiga Ring Road. Ride on the Highland with low temprature makes my bike performance bad,

ringroad salatiga

rial hamzah on adventure

gps garmin di motor

waktu sudah semakin sore. Hujan deras mengiringi perjalanan ini, hingga sekitar pukul 17.40 saya tiba di nganjuk. mulai gelap dan banyak binatang kecil menabrak kaca helm dan motor. beruntung windshield saya yang tinggi mengurangi itu. melewati gelapnya hutan jati di daerah ngawi, hingga jam 8 malam memasuki daerah Jombang dengan sedikit kemacetan akibat perbaikan jalan. hingga jam 9 malam saya tiba di “valley of the kings PRIDES Jamboree 2012″ . Prides adalah sebuah komunitas Online yang bermarkas di www.prides-online .com. sebuah forum motor yang berisi tentang catatan perjalanan, Perbincangan masalah motor, Gaya hidup Bikers Masa kini. tidak terbatas hanya pulsar namun juga motor apapun. memang tak bisa dipungkiri anggota komunitas ini kebanyakan menunggang Serigala India alias Bajaj Pulsar.

The Time was getting late, Heavy rain accompanied my trip, until I arrived in nganjuk at 5.40 pm. the sky was getting dark and a lot of insect fly on the road and hit my helmet. my High windshield is very helpfull in this situation, passed the dark forest in Ngawi, 8 pm I began to enter Jombang. the roadwork makes the traffic jam. at 9 pm I arrived at the “valley of the kings Prides Jamboree 2012″. FYI, PRIDES is an Onlie Community which has a web in http://www.prides-online.com. a Motorcycle forum which discuss about the Ride report, Motorcycle engine, Bikers Lifestyle. feel free to join in this forum :D

Sedikit Telat dimana acara kumpul dan sharing sudah berlangsung dari beberapa jam yang lalu. -_-

prides jamboree

peserta terjauh Jamboree kali ini adalah El-Buset Norazhar dari Singapore dan Wagih Adly dari Mesir. Sharing selesai dan api unggun adalah acara terakhir. lalu waktunya untuk tidur.

the farthest participant at this Prides Jamboree, came from Singapore and Egypt, El-Buset Norazhar and Wagih Adly. After the sharing session, firework and coffe break would be the last session before we went to sleep.

——

Keesokan harinya beberapa teman sudah kembali pulang ke Jakarta silih berganti. waktu yang kurang bagi saya untuk banyak ngobrol dengan teman-teman PRides yang datang dari beberapa kota di Indonesia..

Next day, a lot of Friends was Back to Jakarta because most of them must go to work in Monday an this is Sunday Morning. Less time for me to talked with Friends who comes from many Province in Indonesia

Dan Lokasi tempat dimana terselenggaranya acara ini sangat indah, berada di Lembah gunung dengan udara yang sangat segar sekali.

The Location where the Jamboree be held was pretty awsome, located on the valley with the fresh air inside.

184847_4521301563954_1386436259_n

prides jamboree

IMG_6594

IMG_6598

IMG_6608

IMG_6596

see you friends on Jamboree Prides 5th next year..


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: